rumus rubik 4x4

Rumus Rubik 4×4 Paling Lengkap dan Mudah Diingat + Video Tutorial

Di kenal lebih sulit dari rubik 3×3, rupanya rumus rubik 4×4 memiliki aturan dan bagian yang sedikit berbeda. Hal ini juga mempengaruhi step by step dalam menyelesaikan rubik 4×4 yang mempunyai langkah lebih banyak dari rubik 3×3.

Prinsip dasar dari keduanya adalah sama, yaitu mempunyai center, edge dan corner. Berkaitan dengan rumus pun dapat dikatakan hampir mirip, hanya saja pada bagian algoritmanya akan ada sedikit perbedaan rumus yang akan gunakan.

Perbedaan tersebut tampak pada rubik 3×3 yang memiliki 3 layer dan 1 titik center, sedangkan Rubik 4×4 memiliki 4 layer dan 4 titik center (2 x 2).

Nah, itu lah sebabnya jika kamu ingin bermain rubik 4×4, sebelumnya lebih disarankan untuk mahir terlebih dahulu rubik 3×3 atau paling tidak kamu bisa memahaminya di luar kepala. Jika kamu belum tahu, tidak masalah kamu dapat coba mempelajarinya terlebihn dahulu.

Apabila kamu sudah mahir, barulah setelahnya bisa melanjutkan pada level 4×4. Agar kamu tidak kebingungan saat mempraktekkan rumus rubik 4×4, kamu perlu memahami terlebih dahulu  bagian – bagian dari rubik 4×4 dan arah pergerakannya.

Baca : Rumus Rubik 3×3 Hitungan Detik (Untuk Pemula) + Tutorial Gambar

Sebelum itu, anda harus mengenali bagian dan aturan dasar dari rubik tersebut.

Istilah Atau Bagian Pada Rumus Rubik 4×4

  • Solving  = Menyelesaikan Rubik
  • Solved  = Rubik dalam kondisi selesai
  • Algoritma  = rumus rubik dengan bentuk notasi yang sudah tersusun & dapat dipraktikan.
  • Notasi  = kode unik untuk setiap putaran pada rubik, contoh R = sisi kanan diputar ke atas, U = sisi atas diputar ke kiri, dan sebagainya.
  • Piece  = bagian pada rubik, ada yang disebut Center, Edge, dan Corner

Istilah Rubik 4x4

 

Mengenal Gerakan Putaran / Notasi Rumus Rubik 4x 4

Notasi Rubik 4x4

Gerakan Rubik 4x4

Gerakan Rubik 4x4

Ada puluhan gerakan rubik 4×4 yang putarannya searah jarum jam dan berlawanan. Berikut penjelasannya:

  • U atau Up : merupakan putaran sisi atas ke arah kanan searah jarum jam.
  • U` atau U aksen : putaran sisi atas rubik ke sebelah kiri.
  • Uw atau U double : putaran 2 sisi aras searah jarum jam.
  • u atau inner up: putaran sisi atas tapi bagian dalam atau layer ke dua dari atas ke bawah sesuai arah jarum jam.
  • F atau Front : putaran sisi depan ke arah kanan.
  • Fw atau F double : putaran dua sisi bagian depan ke arah kanan.
  • F` atau F akses : putaran sisi depan ke arah kiri.
  • f atau inner front : putaran sisi depan bagian dalam atau layer kedua dari depan ke arah kanan.
  • L atau Left : putaran memutar ke sisi kiri ke arah kanan.
  • Lw atau L double: putaran dua sisi kiri ke sebelah kanan.
  • L` atau L aksen : putaran sisi rubik di sebelah kiri ke arah kiri.
  • I atau inner left : putaran sisi kiri bagian dalam atau layer kedua dari pinggir ke arah kanan.
  • R atau Right : putaran sisi kanan ke arah kanan.
  • Rw atau R double : putaran 2 sisi kanan ke sebelah kanan.
  • R` atau R aksen: putaran sisi kanan ke arah kiri.
  • r atau inner right : putaran sisi kanan yang bagian dalam atau layer kedua dari pinggir ke arah kiri.
  • B atau Back : putaran memutar sisi belakang ke sebelah kanan.
  • Bw atau B double : putaran memutar 2 sisi belakang ke arah kanan.
  • B` atau B aksen : putaran memutar sisi belakang ke arah kiri.
  • b atau inner back : putaran memutar sisi belakang bagian dalam atau layer kedua dari belakang mengarah ke kanan.
  • D atau Down : putaran memutar sisi bawah ke sebelah kanan.
  • Dw atau D double: putaran memutar 2 sisi bawah ke arah kanan.
  • D` aksen : putaran memutar sisi bawah ke arah kiri.
  • d atau inner down : putaran memutar sisi bawah bagian dalam tepatnya di layer kedua dari bawah ke atas ke sebelah kanan.

Step By Step Menyelesaikan Rubik 4×4 Dengan Mudah

Kalau anda sudah mengerti nama dan putaran pada rubik 4×4, selanjutnya rubik tersebut bisa segera disusun menjadi sempurna. Di bawah ini langkah-langkah menyelesaikan rubik 4×4 yang bisa anda diikuti:

Menyelesaikan Center Rubik 4×4

Rumus Center Rubik 4x4

Langkah awal ialah menyelesaikan semua (24 buah) center piece / titik tengah sehingga mirip center pada sebuah 3x3x3. Pastikan letak dan susunan warna sesuai dengan format skema warna.

Menyelesaikan Center Pertama

Seperti halnya membuat cross pada rubik 3×3, membuat center atau titik tengah pada rubik 4×4 tidak memerlukan hafalan algoritma dan lebih mengandalkan insting.  Untuk cuber pemula, saya memberikan saran untuk membuat blok 1×2 dari dua center piece, dan satu lagi blok 1×2 dari dua center piece sisanya, lalu kedua blok tersebut digabungkan menjadi satu center utuh atau blok 2×2.

Berikut cara menyelesaikannya :

rumus rubik 4x4

 

Pada sampel ini, bisa anda amati keempat center piece tersebar di sisi U, F, dan R. Pertama kali, anda akan membuat satu blok 1×2 dengan gerakan: (L’ l’) U (L l)

PENTING UNTUK DIINGAT: Notasi dengan huruf kecil (f, b, l, r, u, d) berarti memutar satu layer di bagian dalam (inner slice), bukan memutar dua layer sekaligus seperti pada notasi 3x3x3.

rumus awalan rubik 4x4

 

Pada contoh di samping, anda sudah membentuk satu blok 1×2. Selanjutnya anda akan membentuk satu blok lagi dengan notasi: F2 (D’ d’).

 

 

 

rumus rubik 4x4

Sekarang saatnya menggabungkan kedua blok tersebut dengan gerakan:

(L’ l’).

 

 

 

 

rumus rubik 4x4 center putih

 

Center putih sudah terbentuk

 

 

 

 

Menyelesaikan Lima Center Berikutnya

Sesudah satu center solve, maka anda dapat menentukan warna-warna sisi yang lain disesuaikan dengan skema warna rubik dengan panduan posisi relatif dari center yang telah selesai tersebut. Misalkan pada contoh anda membuat center putih dahulu, lalu setelah center putih jadi , letakkan center putih di bawah (D) dan anda dapat langsung menentukan jika anda harus membuat center kuning di bagian atas (U).

Selanjutnya, jika kemudian Anda memutuskan untuk membentuk center merah dibgian depan (F), maka center orange letaknya di belakang (B), center biru di kiri (L), dan tentulah center hijau di sebelah kanan (R). Sebagian besar pemain rubik menyelesaikan center-center yang berlawanan, misalnya dimulai dari center putih kemudian center kuning, merah – orange, biru – hijau.

Bagaimanapun cara melakukannya, anda yang menentukan gaya permainanmu sendiri. Bebaslah berkreasi sob!

Namun wajib diingat, jika semakin banyak center yang sudah jadi, maka ruang gerak juga semakin terbatas. Langkah yang dilakukan untuk menggabungkan center piece jangan sampai membuat kacau center yang sudah jadi. Berikut ini saya men-sampelkan langkah-langkah untuk membentuk center:

rumus rubik 4x4

 

Memadukan Tiap Pasang Double-Edge (Dedge)

Kemudian anda memadukan (pairing) semua dedge sehingga menciptakan satu edge seperti pada sebuah rubik 3×3. Yang diartikan dengan dedge (double edge) adalah sepasang (dua buah) edge yang mempunyai warna yang sama dikedua sisinya.

Terdapat beberapa tipe pairing yang biasanya dipake, yaitu satu per satu, dua pair seka- ligus, tiga pair sekaligus, dan enam pair seka- ligus.

Namun jika anda pemula, saya sarankan memahami dulu cara pairing satu per satu. Baru setelah itu saya akan menerangkan tipe pairing yang saya gunakan, yaitu dua pair, tiga pair, dan enam pair sekaligus.

Pairing Satu per Satu

Jika menggunakan cara ini, anda akan melakukan pairing dedge satu edge selanjutnya menyimpan dedge yang telah dihubungkan tadi di layer U atau D, kemudian dilanjutkan pairing dedge yang lain hingga beres semuanya. Dibawah ini adalah studi kasusnya :

Pairing satu persatu rubik 4x4

 

Pairing Dua Dedge (Double-Edge) Sekaligus

Jika menggunakan cara ini, anda akan menjalankan pairing dedge satu edge untuk selanjutnya menyimpan dedge yang telah di-pair tadi di layer U atau D sekaligus menggabungkan satu pair dedge lainnya. Berikut ini adalah contoh-contoh kasusnya:

pairing 2 dedge rubik 4x4

Pairing 3 Dedge Sekaligus

Jika menggunakan cara ini, langkah awal anda melakukan putaran center cube misalnya (D d) untuk mempersiapkan kondisi pairing. Selanjutnya mengatur dedge satu per satu dan ujungnya menggabungkan ketiga dedge dengan (D’ d’) untuk mengembalikan putaran (D d) semula tadi. Dibawah ini tutorial bagaimana step by step menjalankan pairing tiga dedge:

Pairing 3 dedge Pairing 3 dedge

Pairing Dua Dedge Terakhir Rubik 4×4

Cara ini digunakan untuk 2 dedge terakhir, atau seandainya menemukan kasus dua pasang dedge yang seperti di bawah ini:

pairing dedge terakhir

 

Menyelesaikan Rubik 4×4 Seperti Sebuah Rubik 3×3

Jika semua center dan dedge telah beres diselesaikan, anda dapat melihat bahwa bentuk dari Rubik 4×4 saat ini mirip dengan Rubik 3×3. Sehingga anda bisa lanjut ke langkah berikutnya yaitu menyelesaikan dengan Rumus Rubik 3×3, baik dengan metode pemula atau metode mahir (OLL, F2L, dan PLL).

Tapi sering dijumpai kondisi unik yang tidak akan ditemui pada Rubik 3×3, contohnya 1 dedge yang terbalik atau 2 dedge yang tertukar. Kasus tersebut disebut parity. Ada 2 jenis parity, yaitu Orientation Parity dan Permutation Parity. 

 

Rumus Orientation Parity Rubik 4×4

Rumus Orientation PArityJika setelah anda solving semua tahap Rubik 3×3 namun diakhir anda menjumpai kondisi 1 dedge terbalik (flip) seperti gambar diatas, maka anda menghadapi kondisi orientation parity.

Untuk membenarkannya, anda bisa memakai algoritma ini:

r2 B2 U2 l U2 r’ U2 r U2 F2 r F2 l’ B2 r2

NOTE
Notasi dengan menggunakan huruf kecil (f, b, l, r, u, d) artinya memutar 1 layer pada bagian dalam (inner slice), bukan memutar 2 layer sekaligus sama halnya pada notasi Rubik 3×3 

Sebenarnya, pada waktu anda menyelesaikan rumus F2L pada Rubik 4×4 sudah dapat diprediksi apakah terdapat kasus orientation parity atau tidak, caranya dengan menjumlah edge sisi atas yang sudah ter-orientasi. Jika hasilnya ganjil artinya terdapat orientation parity, seperti gambar di bawah ini:

Simak dedge warna kuning yang telah terorientasi pada gambar di atas. Pada gambar pertama, hanya terdapat 1 dedge yang terorientasi, namun pada gambar kedua ada 3 dedge yang sudah terorientasi. Pada kedua kasus diatas terdapat orientation parity. Pada tahap ini anda sudah dapat menjalankan algoritma parity fixing secara lebih mudah, Caranya dengan memutar 2 layer sekaligus.

Namun tentunya pengoperasian algoritma menjadi tidak sulit dan cepat, dengan hasil akhir yang sama. Barulah kemudian anda melakukan OLL seperti pada biasanya.

Notasi untuk membenarkan orientation parity yang dimodifikasi menggunakan :
(R2 r2) B2 U2 (L l) U2 (R’ r’) U2 (R r) U2 F2 (R r) F2 (L’ l’) B2 (R2 r2)

 

Rumus Permutation Parity Rubik 4×4

permutation charity

Tidak jarang juga anda akan menemukan kasus 2 edge yang tertukar . Kasus ini memiliki istilah permutation parity.

permutation parityPada gambar di atas, 2 dedge yang saling berseberangan tertukar satu sama lain. Untuk membenarkannya, gunakan salah satu dari notasi berikut:

r2 U2 r2 (U2 u2) r2 u2 atau(U2 u2) (R2 r2) U2 r2 U2 (R2 r2) (U2 u2) 

Jika kasus yang anda temui ialah seperti gambar diatas ini, yaitu dua dedge yang bersebelahan terbalik satu sama lain, maka lakukan setup move. Misal  F U’ F, untuk mengembalikan dedge di atas-kanan ke posisi atas-belakang. Kemudian selesaikan dengan algoritma yang sama:

r2 U2 r2 (U2 u2) r2 u2 atau (U2 u2) (R2 r2) U2 r2 U2 (R2 r2) (U2 u2)

Demikianlah step by step menyelesaikan rubik 4×4 yang bisa dibilang punya tingkat kesulitan tersendiri. Karenanya, sangat disarankan untuk menyelesaikan rubik 3×3 terlebih dulu sebelum mempelajari rumus rubik 4×4.

Jika masih kesulitan, anda bisa mengikuti kelas online jago bermain rubik, klik disini

Share this post