Cara Mudah Memahami Algoritma Rubik Cube

Banyak para cubers pemula yang mungkin masih bingung dengan apa yang dilambangkan huruf dan simbol dalam algoritma rubik cube. Apakah Anda salah satunya? Mungkin Anda lebih familiar dengan istilah rumus untuk menyelesaikan rubik secara sempurna. Jika menyebutnya dengan istilah rumus, pasti yang terngian dalam pikiran Anda adalah rumus yang rumit dan sulit.

Anda salah besar. Jika Anda sudah memahami dan menguasai dasar dari algoritma rubik cube Anda akan mudah menyelesaikan rubik cube dengan berbagai algoritma. Biasanya jika Anda mencari algoritma untuk menyelesaikan rubik cube, Anda akan dipertemukan dengan huruf-huruf. Simbol tersebut disebut notasi.

Notasi adalah huruf yang mempresentasikan bagaimana sebuah rubik harus diputar. Dimana kita ketahui jika rubik cube memiliki enam sisi. Nah berikut ini akan saya jelaskan terkait notasi umum rubik cube yang perlu Anda ketahui.

F          : Front (Depan)

B          : Back (Kembali)

R          : Right (Kanan)

L          : Left (Kiri)

U          : Up (atas)

D          : Down (bawah)

Selanjutnya apa yang harus Anda lakukan? Anda pasti paham dengan konsep bergerak atau berputar serah jarum jam atau berlawanan. Kita akan menggunakan istilah tersebut. Setiap sisi diputar sesuai arah jarum jam berdasarkan posisinya. Jika Anda sudah memahami notasi  di atas, maka perhatikan baik-baik rubik cube anda, jangan sampai tertukar membentuk arah dalam notasi F dan B, L dan R, U dan D.

Misalnya sebagai berikut: Mewakili huruf F berarti memutar 90 derajat searah jarum jam di kanan.  Ada tambahan pada notasi yang menggunakan tanda kutip (‘)  atau biasa disebut “aksen/prime”. Contohnya jika F adalah memutar sisi F 90 derajat searah jarum jam, maka F’ berarti memutar 90 derajat berlawanan dengan arah jarum jam.

Kemudian wujud yang ke dua adalah ada tambahan dua yang berarti memutar sisi tersebut sebanyak dua kali (bebas searah atau berlawanan arah jarum jam). Hal ini menunjukan sudut 180 derajat.  Misalnya huruf representatif menunjukan R2 maka artinya adalah memutar 180 derajat ke kanan. Kemudian huruf yang merepresentasikan R’2 adalah memutar 180 derajat berlawanan arah jarum jam.

Nah jika notasi tersebut terkumpul maka disebut algoritma. Contohnya jika menunjuakan algoritma R U R’ U’. Maka rubik cube sisi kanan akan berputar ke atas searah jarum jam (R), kemudian sisi atas berputar ke kiri (U), selanjutnya sisi kanan berputar ke bawah (R’), dan setalah itu sisi atas beputar ke kanan (U’). Sebagai latihan Anda bisa mencoba algoritma tersebut.

Dengan ini saya akan mengenalkan anda dengan metode Fridrich. Metode Fridrich adalah metode penyelesaian cepat. Metode ini merupakan metode reduksi cepat yang paling populer saat ini. Berikut ini adalah metode fridrich.

CROOS: F2L—OLL—PLL (ini berarti membutuk salib yang tentunya dibuat terlebih dahulu).

F2L (First 2 Layer) artinyamengembalikan lapisan pertama dan lapisan kedua secara bersamaan. Kemudian OLL (Orientation Last Layer) yang merupakan langkah untuk menyatukan sisi teratas dari sebuah cube. Terakhir PLL (Permutation of Last Layer)  menyamakan layer terakhir dalam permainan rubik yang belum terletak pada tempat yang tepat.

Demikian penjelasan sederhana terkait algoritma rubik cube paling dasar yang perlu Anda ketahui. Untuk memahami algoritma rubik cube tersebut dibutuhkan kesabaran dan keuletan. Sampai Anda akan terbiasa dengan gerakan notasi yang membentuk algoritma rubik cube tersebut. Jika Anda sudah menguasai dasar algoritma tersebut Anda bisa belajar untuk memahami penyelesaian teka-teki rubik cube ke tinggat yang lebih lanjut. Selamat mencoba.

Share this post